Jam

Email

diskominfo@tangerangselatankota.go.id

Per 1 Desember, Belanja di E-commerce ini kena Pajak

Belanja melalui e-commerce menjadi salah satu hal yang digemari oleh warga Indonesia. Berbagai macam pilihan barang hingga harga menjadi alasan warga memilih belanja online. Terlebih sejak pandemi Covid-19, belanja melalui e-commerce menjadi jalan keluar. 

Per tanggal 1 Desember 2020, pengguna yang ingin belanja diluar negeri melalui Sebagian e-commerce akan mengalami kenaikan harga. Hal ini terjadi lantaran pelaku usaha tersebut, termasuk dalam 10 perusahaan yang telah ditunjuk sebagai pemungut pajak pertambahan nilai (PPN) atas barang dan jasa digital yang dijual kepada konsumen di Indonesia.  

Berikut merupakan daftar e-commerce yang masuk dalam penunjukan PPN :

  1. PT. Bukalapak
  2. PT. Tokopedia
  3. PT. Ecart Webportal Indonesia (Lazada)
  4. PT. Global Digital Niaga (Blibli.com)
  5. PT. Fashion Eservices Indonesia (Zalora)

Per tanggal 1 Oktober 2020 setidaknya terdapat 2e-commerce yang telah ditunjuk terlebih dahulu sebagai pemungut PPN, yaitu PT. Shopee international Indonesia (Shopee) dan PT Jingdong Indonesia Pertama (JD.id) .  

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian keuangan menyampaikan bagi martketplace yang dikenai PPN akan dikenakan sebesar 10 persen kepada konsumen. Besaran pajak akan dicantumkan dalam invoiceyang dikeluarkan, sebagai bukti telah dipungut PPN.

“Khusus untuk marketplace yang merupakan Wajib Pajak dalam negeri yang ditunjuk sebagai pemungut, maka pemungutan PPN hanya dilakukan atas penjualan barang dan jasa digital oleh penjual luar negeri yang menjual melalui marketplace tersebut,” Ungkap Hestu Yoga Saksama  selaku Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP 

Marketplace yang kena wajib pajak dalam negeri yang ditunjuk sebagai pemungut, makan pemungutan PPN hanya akan dilakukan atas penjualan barang dan jasa digital oleh penjual luar negeri yang menjual melalui marketplace tersebut. 

DJP menyampaikan, tidak menutup kemungkinan perusahaan yang menjual produk digital luar negeri ke Indonesia yang ditunjuk sebagai pemungut PPN produk digital akan terus bertambah. Oleh karena itu, dirinya akan terus mengindetifikasi dan menjalin komunikasi yang baik dengan sejumlah pelaku usaha. 

Saat ini, terdapat 46 perusahaan yang ditunjuk sebagai pemungut PPN oleh DJP pada gelombang ke lima.